Searching...
Tuesday, 3 April 2018

Menakar Setia Pelanggan Prabayar

April 03, 2018

Baca Juga



Sobat BuNgers sudah meregistrasi ulang kartu prabayar GSM, kan? Atau masih merasa bahwa hal itu tidak penting? Masih menunggu kartu terblokir dulu baru mengusur ke customer servise? Atau berencana ganti nomor saja kalau diblokir?

Sebagaimana kita ketahui bersama, pemerintah melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 14 Tahun 2017, mewajibkan pengguna seluler prabayar untuk meregistrasi ulang menggunakan nomor KK dan NIK. Bisa dipastikan hal ini akan berdampak signifikan. Terutama pada jumlah pelanggan yang terkikis paska pemblokiran.

"Jumlah kartu SIM yang beredar sekitar 376 juta nomor. Sedangkan yang sudah registrasi ulang 305 jutaan nomor. Artinya ada 70 juta lebih yang belum diregistrasi," ungkap Ahmad Ramli, Dirjen Penyelenggara Pos dan Informatika Kementerian Kominfo.

Sebelum kewajiban registrasi ulang, operator seluler sudah mencatat jumlah pelanggan masing-masing. Hal ini tentu dapat dijadikan acuan untuk menakar seberapa setia para pelanggan. Apakah jumlah pelanggan sebelum registrasi berimbang dengan jumlah registrasi masuk?

Sebagai pengguna seluler prabayar, ketika merasa sebagai pelanggan setia, maka bisa dipastikan akan dengan sukarela dan sesegera mungkin meregistrasi kartu yang selama ini digunakannya.

Sobat BuNgers, marilah kita coba mengaitkan kedua jumlah itu sebagai takaran kesetiaan para pelanggan. Data ini diolah dari berbagai sumber, sebagaimana info dari Selular.id, berikut datanya:

Telkomsel yang merajai prabayar dan memiliki coverage terluas di negeri tercinta ini sebelum ada kewajiban registrasi mengantongi data pelanggan sejumlah 196,3 juta dan kini sudah teregistrasi 140 juta. Artinya masih 28% pelanggan belum mendaftar ulang.

Indosat Ooredoo pada akhir 2017 membukukan 110 juta pengguna, sementara saat ada program registrasi ulang baru 101 juta yang mendaftar. Operator yang kini dimiliki Ooredoo Group Qatar ini masih belum menerima registrasi ulang dari sekitar 8% pelanggannya.

XL Axiata sebelumnya memiliki 53,5 juta pelanggan, baru mendapati kesetiaan 42 juta pengguna. Masih 21% kartu belum diregistrasi.

Tri yang merupakan bagian dari CK Hutchison Holdings, Hong Kong, baru menerima registrasi 13 juta pelanggan, padahal sebelumnya mengklaim memiliki 68,3 juta pengguna. Rupanya Tri cukup sial dalam kasus ini, ada 80% pelanggan abai untuk registrasi ulang.

Sementara Smartfren, anak perusahaan Sinar Mas Group, yang sebelumnya mendulang 12 juta pelanggan, hanya mendapati 5,8 juta pendaftar ulang. Kemanakah 50% yang lain?

Operator Ceria yang masih berusaha bersaing dalam dunia seluler cuma berhasil mendapat registrasi 9 ribu pelanggan, dari 85 ribuan pengguna sebelumnya. Angka 89% menghilang entah kemana.

Terlepas dari kegalauan-kegalauan yang menimpa penyedia layanan prabayar itu, tentu saja akan ada dampak positifnya. Kewajiban registrasi ulang akan mendorong industri seluler pada tatanan dan keseimbangan baru, efisiensi produk akan lebih terkondisikan.

Apakah Sobat BuNgers sudah menunjukkan kesetiaan pada operator pilihan? Karena setia itu memang bukan barang obralan. Semoga bermanfaat.

0 komentar:

Post a Comment