Searching...
Friday, 13 April 2018

Ketika Jual-Beli Online Lebih Nyaman

April 13, 2018

Baca Juga


Sobat BuNgers, perkembangan dunia digital memang tumbuh dengan luar biasa pesatnya. Bahkan untuk segala kebutuhan hidup bisa didapatkan hanya melalui layar smartphone atau laptop. Apakah Sobat BuNgers juga merasakan adanya perubahan perilaku segala hal ke arah digital dan online?

Jual-beli dalam masyarakat adalah sebuah bentuk sosial manusiawi di mana saling membutuhkannya penyedia barang dan jasa dengan pemakai atau konsumennya.

Ketika jalan raya macet, kesibukan kerja, atau waktu yang terasa sempit, maka tak ayal banyak konsumen merasa lebih nyaman bertransaksi di dunia maya.

Persentase masyarakat di Indonesia yang membeli barang dan jasa secara online meningkat dari total populasi. Tahun 2016 mencapai 26% dan meningkat lagi di 2017 sebesar 41%.

Bahkan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) memprediksi akan ada lebih dari 50 gerai ritel berhenti beroperasi dan mencoba format baru berbisnis online.

Ketika membuka internet atau sekadar melihat beranda sosial media, kerap kali Sobat BuNgers disuguhi promosi berseliweran. Kadang mungkin merasa tidak butuh, tapi saat melihat penawaran menarik, lebih sering tergiur juga. Adanya promo e-comerce yang kadang gila-gilaan, bahkan harga lebih murah dari belanja offline, cukup memancing pengguna internet untuk berbelanja. Lebih lagi dengan adanya cashback yang diperoleh dari pembelian barang yang ditawarkan.

Tumbuhnya digital wallet yang meningkat melalui aplikasi mobile wallet yang mudah diunduh dari Play Store juga makin meningkatkan dengan tajam transaksi digital. Sebut saja GoPay, TCash, Jenius, Pay Pro, dan OVO yang hadir menjadi solusi bagi netizen.

Meningkatnya transaksi jual-beli di dunia maya tentu juga tidak lepas dari geliat para penjual yang pindah lapak ke online. Terlebih hal itu ditunjang dengan mudahnya berjualan di toko online seperti Tokopedia, Bukalapak, Blibli, Lazada, dan sebagainya. Penjual baru pun akan mendapat kepercayaan calon konsumen saat melakukan transaksi di e-commerce yang baru akan menyerahkan dana ke penjual saat barang tiba di alamat pembeli dengan tanpa keluhan atau cacat. Proses retur pun semakin mudah jika alasan memang jelas.

Satu hal lagi yang akhirnya mengubah pola perilaku masyarakat untuk bertransaksi online, yakni semakin baiknya penyedia jasa pengiriman atau kurir yang bahkan bisa mengurimkan barang ordera dalam sehari atau bahkan hitungan jam.

Bahkan sekarang ini banyak online shop yang menggratiskan biaya kirim barang, baik yang tanpa syarat atau pun yang mengharuskan belanja sejumlah minimal tertentu agar ongkos kirim digratiskan. Bukankah ini menyenangkan?

Nah, apakah Sobat BuNgers merasakan hal yang sama, yakni kenyamanan dalam bertransaksi online? So, kita pun perlu berhati-hati agar tidak terjebak pada penjual yang menipu. Semoga bermanfaat.

7 komentar:

  1. Betuull membantu banget olshop tuhh, bikin cepet cari barang yg dimauin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener, Mbak. Asal kita tetap jeli dan berhati-hati. :)

      Delete
  2. Kalo beli online nggak usah keluar2, enak banget kaya raja. Bahkan mau makan apa tinggal cari di lapak online. Tapi efeknya jadi pemalas dan meningkatkan konsumeris

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Tapi tidak ada salahnya juga kita yang coba jualan online, mbak Desi... :)

      Delete
  3. Solusi banget buat yg males ngajak anak ke supermarket 🙈

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau ngajak anak mah alamat tambah bengkak pengeluarannya. Hihihi.

      Delete